Selasa, 21 Agustus 2012

Beternak Parkit

Sekarang ini, burung parkit banyak di gemari orang. baik yang hanya iseng di pelihara untuk di nikmati warnanya yang indah serta tingkahnya yang lucu, maupun orang yang hobby memelihara untuk selanjutnya di jinakin, dan ada juga yang di pelihara untuk di ternak seperti saya. hasilnyapun lumayan untuk pendapatan tambahan.

Berikut ini saya ingin menuliskan pengalaman saya beternak burung parkit.

Pertama-tama adalah menyiapkan kandang. jangan lupa sesuaikan ukuran kandang dengan jumlah parkit yang ingin kita ternak, untuk kandang saya sendiri berukuran PxLxT: 150cm x 70cm x 170cm dan kandang ukuran segitu saya isi 15 pasang parkit. dan alhamdulillah saya memiliki 2 kandang dengan ukuran yang sama dan jumlah indukan yang sama. berikut adalah satu di antaranya:


Langkah berikutnya adalah memilih parkit yang akan di tangkar. ada beberapa tips dari saya perihal memilih calon indukan parkit.
  • Pilih warna yang berfariasi untuk mendapat hasil dengan warna yang berfariasi pula
  • Pilih parkit yang sehat dengan ciri lincah, bulu halus dan cerah dan pastikan pantat parkit bersih (kotorannya tidak nempel / mencret)
  • Pilih parkit yang umur masih muda. umur 2 bulan adalah umur yang mapan dan sudah berada di titik aman (tidak mudah sakit). dengan memilih parkit muda jangka produksi yang didapat akan lebih panjang.
  • Pilih parkit yang rata-rata umurnya sama.
Makanan adalah hal berikut yang perlu di perhatikan. Makanan pokoknya saya kasih milet putih sedang makanan pendamping adalah sayur-sayuran seperti kangkung, tauge dan jagung muda. jangan lupa sediakan pasir atau bata merah yang di tumbuk halus untuk membantu pencernakannya, dan juga sotong untuk kebutuhan yodium dan mineral. air bisa di dapat dari sayuran, meskipun kebutuhan parkit akan air tidak terlalu banyak namun tidak ada salahnya kita sediakan air untuk minumnya.



Rata-rata burung parkit sudah siap kawin pada umur 3 bulan, dan kita harus sediakan sarangnya (glodog). glodog bisa kita buat sendiri dari kayu papan cor dengan ukuran PxLxT: 20cm x 15 cm x 18 cm.


Setelah bertelur parkit betina akan mengerami telurnya tanpa bergantian dengan pejantannya. tugas pejantan adalah menjaga sarangnya dari gangguan parkit lain serta memberi makan pada betinanya. Telur parkit akan menetas setelah 15 hari di erami.
Berikut adalah gambar anakan parkit yang baru menetas, yang kecil baru berumur 1 hari dan satunya 2 hari


Dan setelah berumur kurang lebih satu bulan anakan parkit sudah siap untuk di pisahkan dari induknya. berikut adalah gambar anakan parkit yang sebentar lagi siap di pisahkan


Dan ini adalah anakan parkit yang sudah di pisahkan dan rata-rata berumur 1 bulan untuk selanjutnya di pasarkan atau untuk di kembangkan lagi, terserah anda.


Demikianlah tulisan saya mengenai pengalaman beternak parkit, tentunya masih banyak kekurangannya mengingat pengalaman saya juga belum begitu mendalam, jadi saya sangat mengharapkan masukan-masukan dari pembaca yang budiman sehingga bisa menambah ilmu serta wawasan saya tentang cara beternak parkit.

Dan bagi pembaca yang budiman yang tertarik untuk memulai beternak parkit bisa hubungi saya untuk sekedar sharing sukur-sukur memesan parkit di 021 94911356. Terima kasih